Masukkan Kata Kunci
  Bila Perusahaan Anda Berkeinginan Mengisi Space Iklan Web ATN Center Hub. 081281012345  
 
Fokus Aktual
Minggu, 19 Mei 2013
Teras : Belum Setahun Sudah Rusak
Jum'at, 17 Mei 2013
Kalteng Paling Aman
Jum'at, 17 Mei 2013
Teras : Bangga, Kalteng Kembali Dipercaya
Selasa, 14 Mei 2013
Gubernur Teras Narang Tinjau Jalan Kobar dan Kotim
Selasa, 14 Mei 2013
Teras : Masih Ada Kebocoran
Index Berita

Topik Pilihan
Jum'at, 29 Mei 2009
PROSES FINALISASI RTRWP KALTENG
Jum'at, 29 Mei 2009
Konsultasi Publik Kereta Api
Kamis, 29 Maret 2007
INPRES PLG
Sabtu, 18 November 2006
Pertemuan Indonesian Regional Invesment Forum
Selasa, 5 September 2006
Jangan Menutup-nutupi Kemiskinan
Index Topik Pilihan

Album Foto
Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang meninjau jalan menuju Pelabuhan CPO di daerah Bumi Harjo, di Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (13/5).
Selengkapnya

Senin, 30 Juli 2012
Kepemimpinan Sosial-Politik
Teras Narang Terima Gelar Doktor Kehormatan

ATN-Center - Institut Injil lndonesia (III) di Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur, untuk pertama kalinya, menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki prestasi dan berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia. Salah satu penerima anugerah kehormatan tersebut adalah Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang.

Lembaga pendidikan yang berdiri 49 tahun lalu ini, menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada 5 tokoh Kristen nasional atas karya-karya luar biasa mereka di bidang pendidikan, sosial, kemasyarakatan, dan keagamaan.

Pemberian gelar terangkai dalam Rapat Terbuka Senat Institut Injil Indonesia dalam rangka Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) di Convention Hall Bukit Zaitun, Komplek Kampus III, dengan disaksikan ribuan undangan dari berbagai daerah, termasuk Kalteng, Sabtu (28/7).

Kelima tokoh Kristen itu, di antaranya, Agustin Teras Narang, SH (Gubernur Kalteng) dianugerahi Doktor Honoris Causa (DR) bidang kepemimpinan sosial-politik, dan Pdt DR Saur Hasugian, M.Th (Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI) dianugerahi Doktor Divinitas (D.D). Kemudian, Hashim S Djojohadikusumo (pengusaha internasional dan Ketua Nasional Kebaktian Tahunan Nasional Yayasan Pelayanan Pekabaran  Injil Indonesia Batu periode 2009-2012) dianugerahi Doktor Honoris Causa (DR) bidang ekonomi kemasyarakatan. DR Solfianus Reimas  (Ketua Umum Persekutuan Gereja dan Lembaga Gerejawi Injili Indonesia) yang dianugerahi Doktor Divinitas (D.D) serta Pdt Roland Mesach Octavianus (Ketua Umum Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu dan pernah 9 kali berturut-turut menjadi Rektor Institut Injil Indonesia) dianugerahi Doktor Honoris Causa (DR) bidang kepemimpinan pendidikan keagamaan.

Promotor penganugerahan gelar doktor kehormatan, Prof Dr Bambang TK Garang, menjelaskan alasan Institut Injil Indonesia memilih 5 tokoh tersebut. Menurut Prof Bambang Garang, pihaknya telah mempelajari karya dan dokumen yang berhubungan dengan mereka dan melakukan pengamatan yang panjang.

Teras Narang, tokoh dan aset daerah serta nasional, bidang politik telah berkarya sesuai perannya. Sebagai gubernur dan politikus di Indonesia, ia telah berperan banyak sehingga membuat Kalteng berkembang signifikan. Selain itu, menjadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Presiden MADN.

“Beliau adalah pemimpin yang memerhatikan budaya nasional dan daerah, dengan harapan terjadi pembangunan yang seimbang melalui program Kalteng Harati (cerdas). Di bidang keagamaan Bapak Teras banyak memberikan spirit dan mendapatkan 30 penghargaan di berbagai bidang,” kata Bambang.

Saur Hasugian,  lanjut Bambang, telah berperan mengangkat mutu pendidikan sekolah kristen, sebelum jadi dirjen sudah berperan sebagai dosen hingga pembantu rektor theologia dan melakukan pelayanan hingga dapat mengejar ketertinggalan.

Sedangkan Hashim, dinilai berperan dalam bidang ekonomi, mengabdi di Indonesia melalui pembangunan ekonomi kerakyatan, UMKM dan ekonomi kerakyatan. Solfianus Reimas, dinilai layak karena ia sebagai  tokoh Kristen yang konsentrasi di gereja dan bidang keagamaan, berperan sebagai pendidik dan kader pemimpin bangsa melalui persekutuan gereja.

Terahir, Roland Masach Octavianus,  ketua theologia di persekutuan gereja, berperan sebagai dewan pendidikan yang memimpin sekolah dari TK hingga SMA. “Jasa beliau adalah berperan sebagai rektor 2001 - 2011 Institut Injil Indonesia,” kata Bambang.

Sebelum menerima anugerah gelar doktor, kelima tokoh tersebut menyampaikan orasi ilmiahnya di depan ribuan pasang mata yang mengikuti jalannya kegiatan. Setelah itu, penganugerahan gelar Doktor secara khusus dilakukan oleh Ketua Pendiri/Pembina Yayasan Pelayanan Pekabaran  Injil Indonesia Pdt DR Petrus Oktavianus, D.D, PhD dan Rektor III Dr Stevri Indra Lumintang, D.Th, Th.D, yang mempimpin rapat terbuka tersebut.

Menurut Stevri, penganugerahan gelar Doktor kehormatan itu bertujuan untuk memberikan apresiasi akademik atas prestasi dan karya-karya monumental bagi gereja, masyarakat dan bangsa Indonesia di segala bidang.

“Selain  itu, untuk menstimulasi dan memberikan semangat anak bangsa lainnya supaya meningkatkan peran dan kesaksian Kristennya di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan Negara melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, kemasyarakatan dan kemanusiaan,“ terang Stevri, saat menyampaikan sambutan rapat terbuka.

Penganugerahan doktor itu, ujarnya, sejalan dengan visi dan misi III bahwa studi theologia tidak hanya berkaitan dengan upaya menggali dan memahami kitab suci (teks), melainkan juga mengetahui persis kondisi kehidupan masyarakat (konteks). Dengan demikian, theologia itu menjadi upaya untuk membawa teks kepada konteks sesuai dengan salah satu rumusan doa yang diajarkan Tuhan Yesus, yakni datanglah kerajaan-Mu, di mana prinsip-prinsip kerajaan surga juga diterapkan di dunia.

Dalam hal ini, masih menurut Stevri, theologia tidak lagi hanya berkenaan dengan percakapan tentang surga, melainkan juga tentang dunia. “Itulah sebabnya theologia tidak hanya berhenti di ruang-ruang kuliah dan di dalam gedung-gedung gereja, tetapi harus berada di tengah-tengah arena kehidupan manusia, termasuk di tempat pangkalan tukang ojek, di pasar-pasar rakyat, dan gedung-gedung wakil rakyat,” kata Stevri, memberi gambaran.

Hal ini pula, sambungnya, telah dilakukan para promovendus dalam orasi ilmiahnya mengenai iman mereka yang dimanifestasikan melalui perbuatan nyata sebagai warga gereja dan nasyarakat Indonesia yang baik. Itulah theologia. Mereka tidak hanya berbicara mengenai surga melainkan telah ‘menghadirkan’ surga melalui prinsip-prinsip surgawi di bumi, khususnya bumi Pancasila dalam perannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial, ekonomi, politik, dan agama. Mereka dinilai Stevri telah berperan sebagai dwi-status, sebagai anak Tuhan yang sekaligus sebagai anak bangsa Indonesia.

  (ATN-Center)


.