ATN-Center - Pemerintah Pusat akhirnya menambah kuota premium sebanyak 200 ribu kiloliter untuk Kalimantan. Pengiriman tambahan premium sudah dilakukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan,
permasalahan kekurangan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean
panjang kendaraan di Kalimantan sudah selesai. Untuk Kalimantan sudah ada tambahan 200 ribu
kiloliter (KL) premium.
"Setelah pertemuan tadi, sudah dicapai titik temu dan permasalahan
sudah selesai," katanya usai bertemu dengan 4 pemimpin
daerah Kalimantan di Jakarta, baru-baru ini.
Hadir dalam pertemuan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Wagub Kalteng Achmad
Diran, Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya dan Ketua Bappeda Kaltim Rusmadi. Pertemuan juga dihadiri
Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan, Kepala BPH Migas Andy N Sommeng dan Ketua
Hiswana Migas Eri Purnomohadi.
Jero mengatakan, berdasarkan pertemuan tersebut dicapai 2 kesepakatan. Pertama, Kalimantan memperoleh tambahan
pasokan premium bersubsidi. "Stoknya sudah dikirim ke Kalimantan,"
ujarnya.
Tambahan premium berasal dari 2,5 juta kiloliter (KL) bagian 40 juta KL
kuota APBN Perubahan 2012. Di luar itu, sambung Jero, Kalimantan juga mendapat
tambahan lain yang dilakukan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas)."Sementara, untuk kuota di luar 40 juta
kiloliter, mesti ke DPR. Para gubernur sudah mengerti soal ini," ujarnya.
Solusi kedua, menambah BBM nonsubsidi khususnya solar. "Berapapun
kebutuhannya akan dipasok," tukasnya.
Jero juga mengatakan, penyebab antrean pembelian BBM di SPBU di Kalimantan
selama dua bulan terakhir dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
dibandingkan perkiraan. Ekonomi di Kalimantan tumbuh 8 persen,
penjualan kendaraan bahkan meningkat 30 persen. Ini indikator pertumbuhan
ekonomi.
Pertamina, kata Jero, juga akan menindak pidana penyelewengan BBM subsidi. Ia membantah kekurangan
BBM dikarenakan permasalahan politik. "Ini hanya minta tambahan BBM,"
ujarnya.
Pesan Wagub Kalteng
Kepala
Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kalteng Teras A Sahay yang mendampingi Wagub
Kalteng Achmad Diran mengatakan, keputusan rapat tersebut menjadi jawaban dari
perjuangan pemerintah dan masyarakat di Kalimantan.
Ia
menyampaikan pesan Diran agar masyarakat Kalteng tetap tenang karena usulan
penambahan BBM bersubsidi sudah dikabulkan Pemerintah Pusat. Diran mengharapkan
solusi tersebut menjadikan antrean di SPBU semakin berkurang.
Selain
itu, masyarakat di pedalaman juga tidak perlu resah mengingat Pemprov Kalteng
akan segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut kepada seluruh jajarannya dan
masyarakat. Pemprov akan mengidentifikasi daerah mana saja di Kalteng yang
perlu dibangun SPBU mini, sehingga mempermudah masyarakat membeli BBM.
Sementara
mengenai aparat keamanan yang menjaga SPBU, tetap dilanjutkan guna
mengantisipasi penyelewengan BBM bersubsidi. “Penindakan terhadap pelaku penimbunan dan
penyelewengan BBM tetap dilakukan oleh aparat keamanan,” kata Teras A Sahay
mengutip pernyataan Diran.
Sementara
itu, Rudi Ariffin juga mengatakan hal senada
dengan Diran. Pihaknya bersyukur memperoleh tambahan BBM, baik subsidi maupun
nonsubsidi. "Kami minta warga
untuk menciptakan suasana kondusif agar ekonomi tumbuh dan kesejahteraan
terwujud,” katanya.
Karen Agustiawan menyatakan pihaknya siap menambah BBM subsidi dan
nonsubsidi. Pertamina
juga akan membangun banyak SPBU nonsubsidi dan Agen Premium Minyak Solar (APMS)
dijadikan SPBU mini. "Kami undang pengusaha Kalimantan untuk bangun SPBU
baru," ucapnya.
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim menambahkan, Kalimantan akan
memperoleh tambahan premium bersubsidi sebanyak 6,7 persen dari kuota 2012
sekitar 3 juta KL atau 200 ribu KL.
Perhitungan tersebut berasal dari persentase tambahan secara nasional,
yakni 2,5 juta KL dibandingkan kuota 37,5 juta KL atau 6,7 persen. "Tambahan kuota BBM
per daerah dilakukan secara rata yakni 6,7 persen," ujarnya.
(ATN-Center)