ATN-Center - Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang saat peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-9 dan Kesatuan Gerak PKK Ke-40 di Kabupaten Lamandau berkesempatan mensosialisasikan program unggulan Pemerintah Provinsi Kalteng.
Sosialisasi tersebut,
dikemas dalam bentuk dialog. Gubernur Teras Narang dan Ketua TP KKK Provinsi
Moenartining Teras Narang mengundang 10 warga laki-laki dan perempuan untuk
menjawab pertanyaan ringan dalam dialog peringatan Bulan Bakti Gotong Royong
Masyarakat Ke-9 dan Kesatuan Gerak PKK Ke-40 di Desa Purwareja, Kecamatan
Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Senin (7/5).
Menariknya dialog
tersebut, secara pribadi Teras menyediakan bingkisan TV 21 inchi dan sebuah
bingkisan dari TP PKK Kalteng bagi yang bisa menjawab. Pertanyaan pertama
dilontarkan Gubernur Kalteng 2 periode ini. "Apa kepanjangan PM2L?"
tanya Teras dengan semangat. Mendengar pertanyaan tersebut bibir kelima
bapak-bapak ini terasa kelu. Tak satupun yang berani menjawabnya karena takut
salah atau memang benar-benar tidak tahu kepanjangannya, membuat mereka kikuk.
Teras pun menjelaskan
bahwa kepanjangan PM2L adalah Program
Mamangun tuntang Mahaga Lewu yang artinya membangun dan menjaga desa.
Program ini telah dicanangkan sejak 2008 lalu dan setiap tahunnya 14
kabupaten/kota mengajukan 3 desa/kelurahan tertinggal. Berbagai program satuan
kerja perangkat daerah (SKPD) digelontorkan agar desa tertinggal menjadi desa
percontohan.
Karena pertanyaan
pertama tidak dijawab, Teras mengajukan pertanyaan kedua dengan harapan hadiah
bisa dibawa pulang diantara kelima bapak ini. "Kalau PNPM apa
kepanjangannya?" Di antara mereka ada yang menjawab terbata-bata.
"Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri," ucapnya.
Teras pun menyambut,
"Masih salah, yang benar Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri".
Teras pun melanjutkan,
dengan memberi pertanyaan yang lebih mudah. "Ya sudah. Kalau KB apa?"
katanya. Pertanyaan itu langsung dijawab Suwandi, warga Desa Purwareja, "Keluarga
Berencana," katanya. "Ya benar, bapak dapat TV," sambut Teras.
Pada kesempatan itu
Teras mengatakan, PM2L adalah untuk seluruh kabupaten/kota yang bertujuan
mengentaskan warga miskin melalui peningkatan desa/kelurahan tertinggal menjadi
percontohan.
Sementara saat
Moenartining melontarkan pertanyaan, sebutkan 3 hal apa saja kita harus mencuci
tangan, juga tidak sepenuhnya berhasil dijawab.
Ada yang hanya menjawab saat mau makan dan setelah makan. Ada pula yang
menjawab saat mau makan, setelah makan dan
... sebelum melayani suami!
Kontan saja jawaban
itu mengundang gelak tawa warga dan pejabat di atas panggung dan langsung di sela
Bupati Lamandau Marukan Hendrik. "Bapak-bapak dan ibu-ibu jangan ditiru ya
jawaban ibu ini," katanya. Sedangkan Moenartining menyatakan bahwa jawaban
itu tidak benar.
"Salah ibu, coba
sebutkan satu lagi," katanya. Akhirnya ada di antara ibu-ibu itu yang bisa menjawabnya. Saat harus cuci tangan
adalah sebelum makan, setelah makan, setelah buang air besar, dan sesudah buang
air kecil agar tangan kita bersih dan sehat. Usai jawaban benar disampaikan,
hadiah akhirnya diserahkan kepada bapak dan ibu yang beruntung tersebut.
(ATN-Center)