ATN-Center - Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang meresmikan Kabupaten Lamandau sebagai lokasi Pusat Pengembangan Gaharu di wilayah Kalteng.
Peresmian itu dilakukan
Teras Narang saat pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-9 dan
Kesatuan Gerak PKK Ke-40 di Desa Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten
Lamandau, Senin (7/5).
Seperti diketahui, satu batang pohon gaharu memiliki nilai ekonomis yang tinggi,
antara Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah. Harga gaharu kelas A bisa mencapai
Rp75 juta dalam bentuk gubal, dan Rp150 juta jika sudah diolah jadi minyak.
Dipilihnya kabupaten hasil
pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat ini, kata Teras, karena tanah di
Lamandau cocok untuk mengembangkan gaharu. Lamandau juga dikenal sebagai daerah
yang menjadi habitat tanaman gaharu sehingga pengembangan ke depan akan relatif
lebih mudah.
Teras meyakinkan tanaman gaharu merupakan komoditi yang menjanjikan di masa
mendatang. Sebab, dalam setiap satu batang pohon ini memiliki nilai ekonomis
yang tinggi, antara Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah.
"Saya sudah melakukan
penyuntikan gaharu dan 2 tahun kemudian bisa dipanen. Pada 1 batang pohon bisa
menghasilkan resin gaharu sekitar 2kg," katanya.
Tanaman ini, kata Teras, sudah dikenal di seluruh dunia yang memiliki banyak
manfaat, di antaranya sebagai bahan kosmetik, parfum, aromaterapi, penambah
aroma teh, dan dupa. Selain itu, permintaan pasar di dunia terhadap gaharu
dinilai tinggi tetapi pasar dalam negeri belum mampu memenuhinya.
"Saya harap dengan
diresmikannya Kabupaten Lamandau sebagai Pusat Pengembangan Gaharu di Kalteng,
hasilnya akan optimal. Selanjutnya, gaharu Kalteng semakin diperhitungkan di
provinsi, nasional, bahkan internasional," kata Teras, membangun semangat
warga untuk mengembangan tanaman ini.
Teras juga meminta dijadikannya Lamandau sebagai Pusat Pengembangan Gaharu
memicu minat dan semangat kabupaten/kota lainnya di Kalteng untuk menciptakan
terobosan ataupun komoditi unggulan daerah. Dengan begitu, setiap
kabupaten/kota memiliki ciri khas tersendiri dan semakin dikenal masyarakat
luas.
(ATN-Center)