Masukkan Kata Kunci
  Bila Perusahaan Anda Berkeinginan Mengisi Space Iklan Web ATN Center Hub. 081281012345  
 
Fokus Aktual
Kamis, 23 Mei 2013
Kalteng Bukan Tempat Cari Harta
Rabu, 22 Mei 2013
Gubernur : Pesat, Pembangunan Kalteng
Rabu, 22 Mei 2013
Teras Narang Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih
Selasa, 21 Mei 2013
Program Kalteng Harati Jadi Model 33 Provinsi
Senin, 20 Mei 2013
Gubernur : Wadah Pamerkan Produk Unggulan Daerah
Index Berita

Topik Pilihan
Jum'at, 29 Mei 2009
PROSES FINALISASI RTRWP KALTENG
Jum'at, 29 Mei 2009
Konsultasi Publik Kereta Api
Kamis, 29 Maret 2007
INPRES PLG
Sabtu, 18 November 2006
Pertemuan Indonesian Regional Invesment Forum
Selasa, 5 September 2006
Jangan Menutup-nutupi Kemiskinan
Index Topik Pilihan

Album Foto
Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang berbaur bersama 4 ribu peserta karnaval budaya dan Parade Lintas Etnis dalam rangka HUT Kalteng ke-56 di Palangka Raya, Sabtu (18/5).
Selengkapnya

Selasa, 8 Mei 2012
Kabupaten Lamandau
Gubernur Resmikan Pusat Pengembangan Gaharu

ATN-Center - Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang meresmikan Kabupaten Lamandau sebagai lokasi Pusat Pengembangan Gaharu di wilayah Kalteng.

Peresmian itu dilakukan Teras Narang saat pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-9 dan Kesatuan Gerak PKK Ke-40 di Desa Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Senin (7/5).

Seperti diketahui, satu batang pohon gaharu memiliki nilai ekonomis yang tinggi, antara Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah. Harga gaharu kelas A bisa mencapai Rp75 juta dalam bentuk gubal, dan Rp150 juta jika sudah diolah jadi minyak.

Dipilihnya kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat ini, kata Teras, karena tanah di Lamandau cocok untuk mengembangkan gaharu. Lamandau juga dikenal sebagai daerah yang menjadi habitat tanaman gaharu sehingga pengembangan ke depan akan relatif lebih mudah.

Teras meyakinkan tanaman gaharu merupakan komoditi yang menjanjikan di masa mendatang. Sebab, dalam setiap satu batang pohon ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, antara Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah.

"Saya sudah melakukan penyuntikan gaharu dan 2 tahun kemudian bisa dipanen. Pada 1 batang pohon bisa menghasilkan resin gaharu sekitar 2kg," katanya.

Tanaman ini, kata Teras, sudah dikenal di seluruh dunia yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai bahan kosmetik, parfum, aromaterapi, penambah aroma teh, dan dupa. Selain itu, permintaan pasar di dunia terhadap gaharu dinilai tinggi tetapi pasar dalam negeri belum mampu memenuhinya.

"Saya harap dengan diresmikannya Kabupaten Lamandau sebagai Pusat Pengembangan Gaharu di Kalteng, hasilnya akan optimal. Selanjutnya, gaharu Kalteng semakin diperhitungkan di provinsi, nasional, bahkan internasional," kata Teras, membangun semangat warga untuk mengembangan tanaman ini.

Teras juga meminta dijadikannya Lamandau sebagai Pusat Pengembangan Gaharu memicu minat dan semangat kabupaten/kota lainnya di Kalteng untuk menciptakan terobosan ataupun komoditi unggulan daerah. Dengan begitu, setiap kabupaten/kota memiliki ciri khas tersendiri dan semakin dikenal masyarakat luas.



  (ATN-Center)


.