Album Foto |
 |
 |
 |
Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang berbaur bersama 4 ribu peserta karnaval budaya dan Parade Lintas Etnis dalam rangka HUT Kalteng ke-56 di Palangka Raya, Sabtu (18/5). |
|
|
|

|
Selasa, 17 April 2012
Menjaga Ketahanan Pangan
ATN-Center - Pemerintah Provinsi Kalteng siap memaksimalkan potensi yang ada di lahan gambut seluas 100 ribu hektar. Hal itu sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta menyumbang surplus beras kepada pemerintah pusat.
Gubernur Kalteng A Teras Narang SH mengatakan, lahan tersebut berada di eks Proyek Lahan Gambut (PLG) Sejuta Hektar di Provinsi Kalteng, dan telah dipersiapkan untuk lahan pertanian dan perkebunan. “Hasil dari luasan lahan ini, cukup untuk menjaga ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk itu, kami harapkan kerja sama dengan semua SKPD, agar produktivitas pangan mampu disuplai ke daerah lain," kata Teras dalam pertemuan anggota Komisi IV DPR RI di Palangka Raya, kemarin. Dijelaskan Gubernur, penggarapan lahan seluar 100 ribu hektar ini, akan dilakukan secara bertahap, mulai dari 10 ribu, 15 ribu hingga akhirnya terpenuhi lahan seluas 100 ribu hektar. Sedangkan untuk jenis pangan yang ditanam, diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kalteng, sehingga nantinya tidak perlu lagi mensuplay dari daerah lain. Menyinggung masalah PLG Sejuta Hektar yang dulu dicanangkan oleh mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tahun 1995, menurut Teras, merupakan ide cemerlang dan sangat baik bagi perkembangan ekonomi di Kalimantan. Namun, karena proyek tersebut tidak berjalan sesuai dengan program, maka bukan hasil yang diperolah, tetapi malah terjadi pengrusakan hutan sebesar 1,4 juta hektar yang belum direvitalisasi hingga sekarang. Bahkan terdapat sebanyak 15 ribu kepala keluarga transmigrasi yang terbengkalai di sana. “Syukurnya saat ini tengah dikembangkan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+). Dengan program tersebut sekitar 1,4 juta hektar lahan mampu diselamatkan dengan kerjasama beberapa negara seperti Australia dan USA,” ungkap Teras.
(ATN-Center)
|
 |
|
|