Masukkan Kata Kunci
  Bila Perusahaan Anda Berkeinginan Mengisi Space Iklan Web ATN Center Hub. 081281012345  
 
Fokus Aktual
Selasa, 28 Oktober 2014
Mega Minta Teras Narang Tuntaskan Masa Tugas
Selasa, 28 Oktober 2014
Presiden MADN Prihatin Peristiwa yang Menimpa Warga Dayak Meratus
Rabu, 23 Juli 2014
Teras Narang Ingatkan Kalteng Masuki Kemarau
Rabu, 23 Juli 2014
Gubernur Kalteng Bertemu Panglima TNI
Minggu, 20 Juli 2014
Jokowi-JK Resmi Menang di Kalteng
Index Berita

Topik Pilihan
Jum'at, 29 Mei 2009
PROSES FINALISASI RTRWP KALTENG
Jum'at, 29 Mei 2009
Konsultasi Publik Kereta Api
Kamis, 29 Maret 2007
INPRES PLG
Sabtu, 18 November 2006
Pertemuan Indonesian Regional Invesment Forum
Selasa, 5 September 2006
Jangan Menutup-nutupi Kemiskinan
Index Topik Pilihan

Album Foto
Sembilan Gubernur di Indonesia termasuk Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang yang tergabung dalam APPSI bersilahturahmi kepada Panglima TNI Moeldoko di Jakarta, Senin (21/7).
Selengkapnya

Kamis, 31 Maret 2011
RPJMD Provinsi Kalteng
RKPD Kabupaten/Kota Harus Mengacu Kepada Prioritas RPJMD

ATN-Center - Seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah diinstruksikan untuk tetap mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng dalam penyusunan rencana pembangunan di daerah.

Gubernur Provinsi Kalteng, A Teras Narang SH mengatakan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan ke Kabupaten/Kota saat mengikuti Musrenbang dalam rangka penyempurnaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), terlihat masih banyak Kabupaten/Kota di Kalteng yang belum sepenuhnya mengacu kepada RPJMD Provinsi Kalteng Tahun 2010-2015.

“Karena itu, diminta agar Kabupaten/Kota segera melakukan penyesuaian dan tetap mengacu kepada RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah,” tegas Gubernur dalam pengarahannya pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Kalteng di Palangka Raya, Kamis (31/3).

Dikatakan, dalam penentuan target kinerja pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran dan Indek Pembangunan Manusia (IPM), masih banyak Kabupaten/Kota yang menetapkan di atas target RPJMD Provinsi.

RKPD Tahun 2012 merupakan tahun kedua dari pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang RPJMD Kalteng 2010-2015 yang merupakan RPJPD Tahun 2005-2025. Sebagaimana RPJM, tentunya RKPD Tahun 2012 harus mengacu pada prioritas pembangunan yang ada dalam RPJMD 2010-2015.

Penyusunan RKPD Tahun 2012 juga harus memperhatikan Perpres Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN Tahun 2010-2014, sehingga sinergi dengan prioritas dan arah pembangunan nasional. Karena sinkronisasi, sinergitas dan harmonisasi antar sektor dan antar wilayah dalam proses pembangunan, sangat diperlukan dalam rangka melayani kepentingan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini, harus dimulai dari proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang mencakup harmonisasi, sinkronisasi dan sinergitas antar dokumen perencanaan pembangunan  jangka panjang, jangka menengah dan tahunan, serta antar tingkat pemerintahan,” terang Gubernur.

Diingatkan Teras, bahwa harmonisasi, sinergitas dan sinkronisasi juga diperlukan dalam mengintegritaskan berbagai sumber pembiayaan pembangunan, baik yang berasal dari pemerintah, hibah, pinjaman maupun pembiayaan swasta. Karena itu, RPJMD Kalteng Tahun 2010-2015 harus tetap menjadi acuan untuk seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalteng dalam rangka penyusunan RPJMD dan RKPD Kabupaten/Kota, terutama dalam penentuan target kinerja.

Musrenbang Provinsi Kalteng ini, juga dirangkaikan dengan penandatanganan Naskah Kesepahaman (MoU) antara BUMD Provinsi Kalteng, PT Palangka Nusantara, dengan dua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, untuk pembuatan jalan tambang dan pelabuhan serta eksplorasi tambang.

Dua perusahaan tersebut adalah PT Inti Daya Mitra Usaha yang bergerak di bidang pertambangan dan PT Multi Tambangjaya Utama yang mengelola jalan tambang serta pelabuhan batu bara di Kabupaten Barito Selatan.

Diungkapkan Gubernur, kerjasama ini adalah dalam hal eksploitasi tambang batu bara, untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x100 Mega Watt di Kabupaten Katingan dan Gunung Mas.

Pembangkit listrik tersebut, jelasnya, sesuai rencana akan dibangun tepat di mulut tambang, sehingga hasil eksploitasi batu bara nantinya langsung disalurkan untuk PLTU tersebut.   (ATN-Center)


.