Masukkan Kata Kunci
  Bila Perusahaan Anda Berkeinginan Mengisi Space Iklan Web ATN Center Hub. 021-53121927  
Fokus Aktual
Kamis, 9 September 2010
Gubernur Ajak Umat Islam Merenungkan Kembali Makna Ibadah Puasa
Kamis, 9 September 2010
Semua Pejabat Diminta Melaksanakan Tugas Sebaik-baiknya
Rabu, 8 September 2010
Mempekerjakan TKA di Perusahaan Harus Dikoordinasikan Kepada Pemerintah
Selasa, 7 September 2010
Izin 23 Perusahaan di Kawasan PLG Akan Dicabut
Selasa, 7 September 2010
Pencaplokan Lahan Diancam Pidana dan Pencabutan Izin
Index Berita

Topik Pilihan
Jum'at, 29 Mei 2009
PROSES FINALISASI RTRWP KALTENG
Jum'at, 29 Mei 2009
Konsultasi Publik Kereta Api
Kamis, 29 Maret 2007
INPRES PLG
Sabtu, 18 November 2006
Pertemuan Indonesian Regional Invesment Forum
Selasa, 5 September 2006
Jangan Menutup-nutupi Kemiskinan
Index Topik Pilihan

Album Foto
Selengkapnya
Kamis, 4 Maret 2010
Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu
Program Pemprov Kalteng Buka Keterisolasian Desa

ATN-Center - Program mamangun tuntang mahaga lewu (PM2L) murni program Pemerintah Provinsi Kalteng. Program ini merupakan terobosan untuk membuka keterisolasian desa-desa di Kalteng.

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, ketika melepas sarjana mamangun tuntang mahaga lewu (SM2L) angkatan III tahun 2010 di Istana Isen Mulang, Rabu (3/3), mengatakan, program PM2L ini sudah berjalan selama tiga tahun sejak 2008 dengan sasaran sekitar 126 desa.

“Saya tidak ingin program ini  berhenti begitu saja karena program ini  penting untuk membangun desa atau kelurahan di Kalteng,” kata Teras.

Teras mengatakan, tidak mungkin baginya dan Wakilnya Achmad Diran membangun Kalteng dalam waktu hanya lima tahun, seperti membalikkan telapak tangan. Satu-satunya cara adalah membuat program dan konsep.

Meskipun diakui, PM2L bukan satu-satunya program bagi pasangan yang kembali maju dalam Pemilu Kada 2010 ini, namun PM2L merupakan program daerah yang secara nasional diadopsi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi sebuah program nasional.

Kepada SM2L, Teras menyampaikan apresiasi yang tinggi karena para sarjana ini memiliki tekad dan semangat yang tinggi untuk bersama-sama Pemprov membangun daerah.

“Apapun profesi dan di manapun berada harus memiliki tanggung jawab. Kalian mesti mampu membuat program yang konkret terkait dengan kondisi daerah,” pesan Teras kepada para sarjana PM2L itu.

Para sarjana PM2L juga diharapkan mampu melakukan kontrol dan menyampaikan segala tawaran alternatif solusi terhadap segala hal yang dihadapi di tempat tugas.

Dikatakan, PM2L sesuai dengan kebijakan ekonomi pasangan Teras-Diran yang berpedoman pada ekonomi kerakyatan, ekonomi berbasiskan pada kerakyatan, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

Teras sudah meminta kepada Asisten I Setdaprov untuk mengevaluasi PM2L ini, meliputi apa yang sudah dan belum dilakukan, apa yang sudah diberikan, serta bagaimana hasil dan dampaknya bagi masyarkat.

Pada kesempatan tersebut, Teras juga meminta kepada para SM2L untuk tetap kritis melihat kondisi sektiar. “Jika kalian menemui adanya penyimpangan, segera laporkan kepada saya. Bukan bermaksud  mencari kesalahan, tapi ini  sebagai upaya pencegahan dari pelanggaran,” kata Teras.

Namun diingatkan, kekritisan harus bersifat konstruktif,  konstitusional, ada dasar hukumnya, dan juga ada dasar teknisnya.

Kepada wartawan usai acara, Teras menyatakan, target lima tahun ke depan adalah mengurangi minimal 80 persen desa tertinggal di Kalteng. “Bahkan, target besar saya hingga 2015  bisa sampai 100 persen desa tertinggal di Kalteng tak ada lagi,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Rangkap I Nau, mengatakan, para SM2L yang akan dilepas kali ini berjumlah 42 orang yang sebelumnya sudah menerima pembekalan dari dinas/SKPD yang mempunyai program PM2L.

SM2L ini direkrut Dispora melalui tahapan seleksi yang ketat pada 8-10 Februari 2010, diikuti 98 orang sarjana. Tes meliputi administrasi dan berkas serta tes tertulis dan wawancara.

“Ini merupakan angkatan ketiga. Dengan demikian sudah 126 orang SM2L hingga tahun ini. Sebagian tugas utama para SM2L ini adalah mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan masalah-masalah yang ada di daerah tempatnya bertugas,” kata Rangkap.

SM2L akan dikontrak selama tiga tahun. Tahun pertama dibiayai melalui dana APBD Kalteng, sedangkan tahun kedua dan ketiga dibiayai APBD pemerintah kabupaten/kota lokasi PM2L. Selama mengemban tugas di desa PM2L, para sarjana akan mendapatkan biaya hidup sebesar Rp1 juta dan transportasi Rp350 ribu/bulan.

Salah seorang peserta SM2L , Yunita mengatakan, kendati bakal ditempatkan di desa tertinggal, jauh dari kampung halaman sendiri, dia yakin dapat menjalankan tugasnya sebagai sarjana pembangun desa dengan baik. Dia berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan para sarjana, terutama setelah masa kontrak tahun pertama selesai.

Karena berdasar pengalaman yang sudah-sudah, jelas Yunita, setelah masa kontrak tahun pertama selesai, uang transpor dan kebutuhan hidup SM2L dari pemerintah kabupaten sering tertunggak. “Mudah-mudahan itu tidak terjadi pada angkatan kami,” harap Yunita, Sarjana Perikanan ini, seraya menambahkan, dirinya akan menerapkan bagaimana cara budidaya perikanan yang baik kepada warga di tempatnya bertugas.

Sejumlah desa yang menjadi sasaran PM2L tahun 2010, di antaranya Marang, Panjehang, Petuk Katimpun untuk wilayah Kota Palangka Raya. Badirih, Papuyu III Sei Pudak, Parahangan di Kabupaten Pulang Pisau, Lungkuh Layang, Balai Banjang, Tangirang di Kapuas, Telang Andrau, Ruhing Raya, Taleki di Barsel.

Desa Gandring, Haragandang dan Muara Mea di Barut, Bapinang Hilir, Tumbang Boloi, Tumbang Koling di Kotim, Babual Baboti, Penyomban dan Sungai Sekonyer di Kobar, Nibung Terjun, Kartamulia, Jihing di Sukamara, Durian Kait, Derangga, Tumbang langkai di Seruyan.

Desa Nanga Kemujan, Nanuah, Jemuat di Lamandau, Baruyan, Kandris, dan Karang Langit di Bartim, serta Kampung Tengah, Tampelas, Tewang Manyangen di Katingan. Sementara untuk Murung Raya dan Gumas telah ditentukan lokasinya, namun belum final.                         

 

 

 

  (victor)


.