Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu Program Pemprov Kalteng Buka Keterisolasian Desa
ATN-Center - Program mamangun tuntang mahaga lewu (PM2L) murni program Pemerintah Provinsi Kalteng. Program ini merupakan terobosan untuk membuka keterisolasian desa-desa di Kalteng.
Gubernur Kalteng Agustin Teras
Narang, ketika melepas sarjana mamangun
tuntang mahaga lewu (SM2L) angkatan III tahun 2010 di Istana Isen Mulang,
Rabu (3/3), mengatakan, program PM2L ini sudah berjalan selama tiga tahun sejak
2008 dengan sasaran sekitar 126 desa.
“Saya tidak ingin program ini berhenti begitu saja karena program inipenting untuk membangun desa atau kelurahan
di Kalteng,” kata Teras.
Teras mengatakan, tidak mungkin
baginya dan Wakilnya Achmad Diran membangun Kalteng dalam waktu hanya lima
tahun, seperti membalikkan telapak tangan. Satu-satunya cara adalah membuat
program dan konsep.
Meskipun diakui, PM2L bukan
satu-satunya program bagi pasangan yang kembali maju dalam Pemilu Kada 2010
ini, namun PM2L merupakan program daerah yang secara nasional diadopsi Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono menjadi sebuah program nasional.
Kepada SM2L, Teras menyampaikan
apresiasi yang tinggi karena para sarjana ini memiliki tekad dan semangat yang
tinggi untuk bersama-sama Pemprov membangun daerah.
“Apapun profesi dan di manapun
berada harus memiliki tanggung jawab. Kalian mesti mampu membuat program yang konkret
terkait dengan kondisi daerah,” pesan Teras kepada para sarjana PM2L itu.
Para sarjana PM2L juga diharapkan
mampu melakukan kontrol dan menyampaikan segala tawaran alternatif solusi
terhadap segala hal yang dihadapi di tempat tugas.
Dikatakan, PM2L sesuai dengan
kebijakan ekonomi pasangan Teras-Diran yang berpedoman pada ekonomi kerakyatan,
ekonomi berbasiskan pada kerakyatan, seperti pertanian, peternakan, dan
perikanan.
Teras sudah meminta kepada Asisten
I Setdaprov untuk mengevaluasi PM2L ini, meliputi apa yang sudah dan belum
dilakukan, apa yang sudah diberikan, serta bagaimana hasil dan dampaknya bagi
masyarkat.
Pada kesempatan tersebut, Teras
juga meminta kepada para SM2L untuk tetap kritis melihat kondisi sektiar. “Jika
kalian menemui adanya penyimpangan, segera laporkan kepada saya. Bukan
bermaksudmencari kesalahan, tapi
inisebagai upaya pencegahan dari
pelanggaran,” kata Teras.
Namun diingatkan, kekritisan harus
bersifat konstruktif,konstitusional,
ada dasar hukumnya, dan juga ada dasar teknisnya.
Kepada wartawan usai acara, Teras
menyatakan, target lima tahun ke depan adalah mengurangi minimal 80 persen desa
tertinggal di Kalteng. “Bahkan, target besar saya hingga 2015 bisa sampai 100 persen desa tertinggal di
Kalteng tak ada lagi,” tegasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda
dan Olahraga Rangkap I Nau, mengatakan, para SM2L yang akan dilepas kali ini
berjumlah 42 orang yang sebelumnya sudah menerima pembekalan dari dinas/SKPD
yang mempunyai program PM2L.
SM2L ini direkrut Dispora melalui tahapan seleksi yang
ketat pada 8-10 Februari 2010, diikuti 98 orang sarjana. Tes meliputi administrasi
dan berkas
serta tes tertulis dan wawancara.
“Ini merupakan angkatan ketiga. Dengan demikian sudah 126 orang SM2L hingga tahun ini. Sebagian tugas utama para
SM2L ini adalah mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan masalah-masalah
yang ada di daerah tempatnya bertugas,” kata Rangkap.
SM2L akan dikontrak selama tiga tahun. Tahun pertama dibiayai melalui dana APBD Kalteng,
sedangkan tahun kedua dan ketiga dibiayai APBD pemerintah kabupaten/kota lokasi
PM2L. Selama mengemban tugas di desa PM2L, para sarjana akan mendapatkan biaya
hidup sebesar Rp1 juta dan transportasi Rp350 ribu/bulan.
Salah seorang peserta SM2L , Yunita mengatakan,
kendati bakal ditempatkan di desa tertinggal, jauh dari kampung halaman sendiri, dia yakin dapat menjalankan tugasnya sebagai sarjana pembangun desa dengan baik. Dia berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan para sarjana, terutama setelah masa kontrak tahun pertama selesai.
Karena berdasar pengalaman yang sudah-sudah, jelas Yunita, setelah masa kontrak tahun pertama selesai, uang
transpor dan kebutuhan hidup SM2L dari pemerintah
kabupaten sering tertunggak. “Mudah-mudahan itu tidak terjadi pada
angkatan kami,” harap Yunita, Sarjana Perikanan ini, seraya menambahkan, dirinya akan menerapkan bagaimana
cara budidaya perikanan yang baik kepada warga di tempatnya bertugas.
Sejumlah desa yang menjadi sasaran
PM2L tahun 2010, di antaranya Marang, Panjehang, Petuk Katimpun untuk wilayah
Kota Palangka Raya. Badirih, Papuyu III Sei Pudak, Parahangan di Kabupaten
Pulang Pisau, Lungkuh Layang, Balai Banjang, Tangirang di Kapuas, Telang
Andrau, Ruhing Raya, Taleki di Barsel.
Desa Gandring, Haragandang dan Muara Mea di Barut,
Bapinang Hilir, Tumbang Boloi, Tumbang Koling di Kotim, Babual Baboti,
Penyomban dan Sungai Sekonyer di Kobar, Nibung Terjun, Kartamulia, Jihing di
Sukamara, Durian Kait, Derangga, Tumbang langkai di Seruyan.
Desa Nanga Kemujan, Nanuah, Jemuat di Lamandau,
Baruyan, Kandris, dan Karang Langit di Bartim, serta Kampung Tengah, Tampelas,
Tewang Manyangen di Katingan. Sementara untuk Murung Raya dan Gumas telah
ditentukan lokasinya, namun belum final.