Deklarasi Teras-Diran Teras-Diran Milik Rakyat Kalteng
ATN-Center - Pencalonan pasangan Agustin Teras Narang dan H Achmad Diran untuk kembali menuju kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2010-2015 boleh diusung oleh PDIP Kalteng. Tapi, mulai sejak deklarasi, Kamis (25/2), pasangan ini bukan lagi hanya milik PDIP, tapi seluruh rakyat Kalteng.
“Sejak
deklarasi ini, kita bertekad dan berupaya untuk meneruskan dan menuntaskan
pembangunan menuju Kalteng sejahtera dan bermartabat,” tegas Teras dalam pidato
politiknya pada saat deklarasi pencalonannya bersama H Achmad Diran menuju
Pemilu Kada Gubernur Kalteng 2010-2015, di GPU Tambun Bungai, Palangka Raya,
Kamis (25/2).
Menurut Teras, sejak dilantik menjadi Gubernur Kalteng pada 4
Agustus 2005 lalu, dirinya dan Diran tidak mengenal lelah dan menyerah untuk
membangun Kalteng. Seluruh jiwa, raga, dan segala perbuatan didedikasikannya
untuk pembangunan Kalteng demi kesejahteraan masyarakat Rakyat Kalteng.
Masyarakat di Kalteng, kata Teras, adalah pluralis, cinta
kerukunan dan kedamaian. Karenanya, jika ada pihak yang coba-coba hendak
menghancurkan dan merobek keamanan di Kalteng, Teras-Diran akan berada di depan
bersama masyarakat Kalteng untuk membela keteguhan dan keutuhan daerah ini.
Teras menjelaskan, pada tahun 2010 ini, selaku Gubenur
Kalteng, dia sudah menandatangani perjanjian dan melaksanakan pembangunan rel
kereta api jalur Puruk Cahu-Bangkuang sepanjang 185km. Pembangunan rel kereta
api yang menelan biaya Rp11 triliun, seluruhnya bukan bersumber dari dana
pemerintah, baik APBN maupun APBD. “Tapi, murni investasi swasta, bukan
menggunakan uang rakyat dari APBN dan APBD,” ujar Teras.
Hal lain yang disampaikan Teras adalah pembangunan pembangkit
listrik tenaga uap (PLTU) kapasitas 2x100 megawatt dan persiapan pengembangan
bandara Tjilik Riwut menjadi embarkasi haji. “Untuk dua jembatan, Timpah dan
Kalahien, sebentar lagi juga sudah bisa dilalui. Ini semua untuk kepentingan
rakyat,” tegasnya. “Perbedaan boleh selalu ada, tapi kalau berbicara tujuan,
hanya satu. Demi kejayaan Kalteng dan NKRI.
Teras juga menjelaskan makna motto “Teruskan dan Tuntaskan”
yang diusung menjadi jargon pencalonannya. Teruskan berarti maju bersama
pasangan yang sama, Achmad Diran. Dan, ini merupakan pertama kali dalam sejarah
pemilu di Indonesia,
pasangan yang sama mencalonkan diri kembali. “Bukan hanya itu, tim suksesnya
juga masih sama, Pak Mawardi. Ketua PDIP-nya juga sama, Pak R Atu Narang. Semua
sama,” kata Teras.
Sedangkan makna tuntaskan, pembangunan Kalteng jelas Teras
tidak boleh berhenti pada satu titik. Harus berjalan terus hingga tuntas.
Selama proses pencalonan Teras-Diran, semuanya berjalan lancar
dan terasa mudah sesuai dengan aspirasi dan keinginan rakyat untuk maju kembali
pada periode lima
tahun ke depan.
“Syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pada saat
kita bertekad maju kembali tidak ada aral melintang. Tidak sampai membuat
rakyat Kalteng bingung,” kata Teras.
Deklarasi pasangan Teras-Diran diawali dengan paduan
suara Ganta Sakatik, kemudian disusul tarian Kahanjak Atei yang dibawakan
putra-putri Dayak dan pembacaan surat keputusan penetapan pasangan Teras-Diran
sebagai calon gubernur/wakil gubernur Kalteng periode 2010-2015 oleh Ketua Umum
DPD PDI-P Kalteng R Atu Narang.
Selanjutnya, diputar film berjudul Pengabdian Teras-Diran
yang menggambarkan perjalanan Teras-Diran selama memimpin Kalteng sejak Agustus
2005. Dalam film dengan narasi yang tertata apik, dimulai dengan perjalanan
Teras ketika menjadi Ketua Komisi III DPRRI sampai kemudian hati
nuraninya terpanggil untuk kembali ke kampung halaman membangun bumi Tambun
Bungai, Kalteng.
Dalam film berdurasi 27 menit ini juga digambarkan upaya
Teras-Diran dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Kalteng
melalui program konkret, seperti Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu
(PM2L/membangun dan menjaga desa) yang mampu menjadikan desa tertinggal menjadi
desa mandiri dan maju dengan melibatkan lulusan sarjana ke desa sasaran.
Deklarasi diakhiri pembacaan doa dari tokoh Islam, Protestan,
Katolik, Kaharingan, dan Budha, serta ditutup dengan ucapan selamat kepada
Teras-Diran dan istri dari seluruh undangan dan warga yang hadir.