Pembangunan Jalur Kereta Api Teras : Ini Momentum Luar Biasa
ATN-Center - Perjuangan panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan proyek pembangunan jalur kereta api (JKA) Puruk Cahu-Bangkuang sepanjang 185km, mulai menunjukkan titik terang. Menurut Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, ini merupakan momentum yang luar biasa.
“Dukungan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan
menyetujui penunjukkan lima konsultan individu,
dua orang tenaga asing, dan tiga orang Indonesia merupakan bukti titik
terang itu,” kata Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Selasa (23/2).
Adapun kelima konsultan tersebut, Mr
Robert G Brown sebagai International Transport Specialist/Team Leader, Mr
Francis O’rega sebagai International Financial Advisor, Muhammad Faisal sebagai
National Transport Specialist/Co Team Leader, Heri Budiman
sebagai spesialis bidang pengadaan, dan Poppy Sofia Koeswoyo sebagai analis
keuangan.
Semua konsultan tersebut
akan berada di Palangka Raya untuk melakukan pendampingan dalam rangka penyiapan
dokumen pelaksanaan PQ, tender, negosiasi, dan evaluasi proses pengadaan Badan Usaha pada rencana
pembangunan JKA ruas Puruk Cahu-Bangkuang itu.
Sejalan
dengan itu, Panitia
Pengadaannya juga melaksanakan proses pelelangan termasuk PQ sesuai dengan
tahapan-tahapan yang telah ditetapkan dalam Perpres No.13 Tahun 2010
tentang Perubahan atas Perpres No. 67 Tahun 2005
Usai menggelar penyerahan simbolis
konsultan layanan bantuan teknis BappenasRI kepada Pemerintah Provinsi Kalteng
di Aula Eka Hapakat, kemarin, Teras mengatakan, langkah itu merupakan
titik awal perjalanan panjang perwujudan proyek JKA.
Dalam acara itu, Teras didampingi
Wakil Gubernur H Achmad Diran, Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS)
Bappenas Bastari Panji Indra, dan Wakil Ketua DPRD Kalteng Arief Budiatmo.
“Saat melakukan rapat kerja dengan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada awal Pebruari lalu, ternyata salah
satu prioritas kerja pemerintah jilid dua adalah pembangunan rel kereta api
Puruk Cahu-Bangkuang. Saat itu
teman-teman Gubernur daerah lain sempat merasa iri, kenapa cuma Kalteng, namun
saya bilang bahwa ini merupakan kerja keras yang membutuhkan proses sangat
panjang,” papar Teras.
Disebutkan, apabila JKA antara Puruk
Cahu-Bangkuang terwujud, ini merupakan momentum luar biasa, bukan hanya bagi
rakyat Indonesia
melainkan dunia internasional. Pasalnya, pembangunan rel KA yang cukup panjang,
sekitar 185km, belum pernah terjadi di Indonesia.
Teras Narang mengakui, perjalanan
mewujudkan hal ini bukanlah mudah. Harus menembus berbagai rintangan dan
kendala yang berat. Namun, patut disyukuri, langkah-langkah tersebut mulai
menunjukkan arah yang positif.
“Setelah menebus beberapa rintangan,
kita bersyukur hari ini, langkah itu mulai menunjukkan arah yang positif. Ini
tidak boleh berhenti, melainkan harus diteruskan dan tuntaskan. Ini bukan
kampanye, melainkan suara ketulusan dan keikhlasan, karena saya melihat ini
merupakan kebutuhan seluruh rakyat Kalteng,” kata Teras.
Dalam kesempatan yang sama, Bastari
Panji Indra mengakui dukungan Bappenas untuk pembangunan proyek jalur kereta
api tersebut. Menurutnya, penunjukan lima
tenaga ahli konsultan merupakan wujud komitmen Bappenas membantu
pelaksanaan pembangunan tersebut.
“Meski saat ini hanya ada lima tenaga ahli, dalam
perjalanan ke depan kami pasti akan melakukan penambahan tenaga ahli, terutama
yang menangani masalah legalitas, kajian lingkungan, dan hukum,” paparnya
seraya menambahkan, proyek ini akan memasuki tahapan selanjutnya, yakni
pengadaan investor swasta.
Kepala Bappeda Kalteng Syahrin Daulay
dalam laporannya juga memaparkan, tenaga ahli pusat tersebut akan berkantor di
lingkungan Bappeda Kalteng. Di samping itu, telah dibentuk Panitia
Pengadaan Badan Usaha Pekerjaan Pembangunan JKA Puruk Cahu-Bangkuang pada tanggal 20
Januari 2009 sesuai SK Gubernur Nomor 188.44/412/2009.
“Panitia telah
terbentuk, konsultan pendamping telah ada, maka seharusnya proses pelelangan
sesuai ketentuan yang berlaku segera dilaksanakan. Kami berharap dokumen-dokumen
yang terkait dengan proses pelaksanaan PQ dan tender secara keseluruhan dapat segera disusun dan final, kemudian didapatkan Badan
Usaha yang akan melaksanakan pembangunan JKA Puruk Cahu-Bangkuang,” harapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati
Mura Willy Yoseph dan perwakilan pimpinan daerah Barut dan Bartim.