Masukkan Kata Kunci
  Bila Perusahaan Anda Berkeinginan Mengisi Space Iklan Web ATN Center Hub. 021-53121927  
Fokus Aktual
Selasa, 7 September 2010
Izin 23 Perusahaan di Kawasan PLG Akan Dicabut
Selasa, 7 September 2010
Pencaplokan Lahan Diancam Pidana dan Pencabutan Izin
Selasa, 7 September 2010
Kabupaten/Kota se Kalteng Diminta Laporkan Data Pegawai
Jum'at, 3 September 2010
Kucuran Dana Baru 10 Persen, Gubernur Usulkan Inpres Diperpanjang
Selasa, 31 Agustus 2010
Bantuan Keagamaan Siap Dikucurkan
Index Berita

Topik Pilihan
Jum'at, 29 Mei 2009
PROSES FINALISASI RTRWP KALTENG
Jum'at, 29 Mei 2009
Konsultasi Publik Kereta Api
Kamis, 29 Maret 2007
INPRES PLG
Sabtu, 18 November 2006
Pertemuan Indonesian Regional Invesment Forum
Selasa, 5 September 2006
Jangan Menutup-nutupi Kemiskinan
Index Topik Pilihan

Album Foto
Selengkapnya
Rabu, 24 Februari 2010
Pembangunan Jalur Kereta Api
Teras : Ini Momentum Luar Biasa

ATN-Center - Perjuangan panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan proyek pembangunan jalur kereta api (JKA) Puruk Cahu-Bangkuang sepanjang 185km, mulai menunjukkan titik terang. Menurut Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, ini merupakan momentum yang luar biasa.

“Dukungan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan menyetujui penunjukkan lima konsultan individu, dua orang tenaga asing, dan tiga orang Indonesia merupakan bukti titik terang itu,” kata Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Selasa (23/2).

Adapun kelima konsultan tersebut, Mr Robert G Brown sebagai International Transport Specialist/Team Leader, Mr Francis O’rega sebagai International Financial Advisor, Muhammad Faisal sebagai National Transport Specialist/Co Team Leader, Heri Budiman sebagai spesialis bidang pengadaan, dan Poppy Sofia Koeswoyo sebagai analis keuangan.

Semua konsultan tersebut akan berada di Palangka Raya untuk melakukan pendampingan dalam rangka penyiapan dokumen pelaksanaan PQ, tender, negosiasi, dan evaluasi proses pengadaan Badan Usaha pada rencana pembangunan JKA ruas Puruk Cahu-Bangkuang itu

Sejalan dengan itu, Panitia Pengadaannya juga melaksanakan proses pelelangan termasuk PQ sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan dalam Perpres No.13 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Perpres No. 67 Tahun 2005

Usai menggelar penyerahan simbolis konsultan layanan bantuan teknis Bappenas RI kepada Pemerintah Provinsi Kalteng di Aula Eka Hapakat, kemarin,  Teras mengatakan, langkah itu merupakan titik awal perjalanan panjang perwujudan proyek JKA.

Dalam acara itu, Teras didampingi Wakil Gubernur H Achmad Diran, Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS) Bappenas Bastari Panji Indra, dan Wakil Ketua DPRD Kalteng Arief Budiatmo.

“Saat melakukan rapat kerja dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada awal Pebruari lalu, ternyata salah satu prioritas kerja pemerintah jilid dua adalah pembangunan rel kereta api Puruk           Cahu-Bangkuang. Saat itu teman-teman Gubernur daerah lain sempat merasa iri, kenapa cuma Kalteng, namun saya bilang bahwa ini merupakan kerja keras yang membutuhkan proses sangat panjang,” papar Teras.

Disebutkan, apabila JKA antara Puruk Cahu-Bangkuang terwujud, ini merupakan momentum luar biasa, bukan hanya bagi rakyat Indonesia  melainkan dunia internasional. Pasalnya, pembangunan rel KA yang cukup panjang, sekitar 185km, belum pernah terjadi di Indonesia.

Teras Narang mengakui, perjalanan mewujudkan hal ini bukanlah mudah. Harus menembus berbagai rintangan dan kendala yang berat. Namun, patut disyukuri, langkah-langkah tersebut mulai menunjukkan arah yang positif.

“Setelah menebus beberapa rintangan, kita bersyukur hari ini, langkah itu mulai menunjukkan arah yang positif. Ini tidak boleh berhenti, melainkan harus diteruskan dan tuntaskan. Ini bukan kampanye, melainkan suara ketulusan dan keikhlasan, karena saya melihat ini merupakan kebutuhan seluruh rakyat Kalteng,” kata Teras.

Dalam kesempatan yang sama, Bastari Panji Indra mengakui dukungan Bappenas untuk pembangunan proyek jalur kereta api tersebut. Menurutnya, penunjukan lima tenaga ahli  konsultan merupakan wujud komitmen Bappenas membantu pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Meski saat ini hanya ada lima tenaga ahli, dalam perjalanan ke depan kami pasti akan melakukan penambahan tenaga ahli, terutama yang menangani masalah legalitas, kajian lingkungan, dan hukum,” paparnya seraya menambahkan, proyek ini akan memasuki tahapan selanjutnya, yakni pengadaan investor swasta.

Kepala Bappeda Kalteng Syahrin Daulay dalam laporannya juga memaparkan, tenaga ahli pusat tersebut akan berkantor di lingkungan Bappeda Kalteng. Di samping itu, telah dibentuk Panitia Pengadaan Badan Usaha Pekerjaan Pembangunan JKA Puruk Cahu-Bangkuang pada tanggal 20 Januari 2009 sesuai SK Gubernur Nomor 188.44/412/2009.

Panitia telah terbentuk, konsultan pendamping telah ada, maka seharusnya proses pelelangan sesuai ketentuan yang berlaku segera dilaksanakan.  Kami berharap dokumen-dokumen yang terkait dengan proses pelaksanaan PQ dan tender secara keseluruhan dapat segera disusun dan final, kemudian didapatkan Badan Usaha yang akan melaksanakan pembangunan JKA Puruk Cahu-Bangkuang,” harapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Mura Willy Yoseph dan perwakilan pimpinan daerah Barut dan Bartim.                   

                       

  (victor)


.