Pencanangan Gerakan Indonesia Menabung Gubernur Teras Narang Minta Jadikan Menabung Sebagai Budaya
ATN-Center - Muda menabung tua beruntung. Rajin menabung pangkal kaya. Pepatah lama yang diajarkan orangtua dulu kembali diingatkan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Hari Pencanangan Gerakan Indonesia Menabung, di Palangka Raya, Minggu (21/2).
Pencanangan
Gerakan Indonesia Menabung di Kota Budaya ini dirangkai dengan peluncuran produk Tabungan-ku
yang berusaha menghimpun dana dari masyarakat yang selama ini tidak terjangkau
oleh perbankan.
Acara
yang dipusatkan di Bundaran Besar Palangka Raya itu, merupakan gema kegiatan
yang secara nasional sudah diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
pada hari sebelumnya, Sabtu (20/2), di Jakarta.
Teras
menyampaikan, semakin kita rajin menabung, artinya pilihan sikap hidup bijak,
mempersiapkan rencana untuk masa depan. Termasuk juga menabung uang di bank.
Hal ini merupakan pencegah berperilaku hidup boros dan membelanjakan uang
secara tidak proporsional.
Budaya
menabung adalah budaya hidup hemat. Menabung uang di bank memungkinkan banyak
hal bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi pembangunan bangsa dan negara ke
depan. Teras juga menganggap upaya pendekatan dunia perbankan kepada masyarakat
yang tidak bankable selama ini, harus diberikan apresiasi.
Di
samping produk-produk perbankan umum yang sudah ada sekarang, maka produk Tabungan-ku
ini juga memiliki spirit yang sama, yaitu mengajak masyarakat untuk gemar
menabung. Dengan masyarakat itu membiasakan diri menabung, niscaya masyarakat
akan mendapatkan keuntungan terbesar.
Pemerintah
Provinsi Kalteng mendukung program ini, sembari meminta masyarakat memanfaatkan
pilihan kemudahan dan kemurahan biaya pembukaan tabungan sebagaimana yang
ditawarkan melalui produk Tabungan-ku ini.
Oleh
karena itu, dengan diluncurkannya Gerakan Indonesia Menabung ini, pemerintah
menargetkan akan banyak masyarakat menggunakan jasa perbankan, yang pada
gilirannya membantu perbankan melakukan tugasnya menghimpun dana masyarakat.
Makin
banyak maka semakin baik. Menabung itu adalah pilihan dan bukan paksaan dari
siapa-siapa. Semakin lama dan semakin tinggi intensitas menabung, maka semakin
kita sendiri diuntungkan.
Ketika
ditanya bagaimana pemerintah memprogramkan pendekatan kepada masyarakat yang
tak terlayani pihak perbankan, Teras menjelaskan, usaha itu sudah terlihat dari
proyeksi pertambahan cabang-cabang perbankan daerah.
Disebutkan,
pada tahun 2005 hanya ada 56, sedangkan 2010 ini sudah terdapat 110. Itu
artinya, pihak perbankan sudah mulai merambah ke pelosok-pelosok Kalteng,
mendekati masyarakat. “Inilah yang dinamakan sebagai upaya jemput bola
perbankan,” kata Teras.
Acara
senam massal di Bundaran Besar tersebut dihadiri 3.000-an masyarakat yang
bersenam sehat pagi bersama-sama gubernur, pimpinan muspida Kalteng, seperti
Kepala Polda Kalteng Brigjen H Damianus Jackie dan Dandim Palangka Raya Letkol
Panggabean, 11 pimpinan perbankan umum daerah dan juga inisiator acara ini
yaitu Pimpinan Bank Indonesia (BI) Amanlison Sembiring yang juga Ketua Badan
Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalteng.
Pada
kesempatan itu, ke-11 pihak perbankan umum di Kalteng berkesempatan menawarkan
produk Tabungan-ku yang bersaldo awal minim Rp20 ribu dengan bunga
ringan 0,25 persen kepada masyarakat yang datang berolahraga ke bundaran.
Tercatat,
tidak kurang 1000-an masyarakat membuka rekening Tabungan-ku pada
kesempatan itu sebagaimana dilaporkan Ketua Panitia Hotman Nainggolan dari Bank
Mandiri Palangka Raya.
Panitia
juga mengundi doorprize satu unit sepeda motor Yamaha Vega kepada
pembuka rekening yang kupon undiannya dicabut sendiri oleh Gubernur Teras
Narang. Yang beruntung adalah seorang PNS di lingkungan Badan Lingkungan Hidup
(BLH) Kalteng Achmad Hariyadi sebagai penerima sepeda motor dengan nomor undian
0800.
Acara
diakhiri dengan pelepasan balon-balon pencanangan Gerakan Indonesia Menabung
oleh Gubernur dan pimpinan perbankan umum se-Kalteng ke udara.