Peluang Investasi di Kalteng Pemprov Kalteng Berikan Kemudahan Proses Perizinan
ATN-Center - Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penananman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kalimantan Tengah (Kalteng) selama tahun 2009 mencapai Rp27,9 triliun, atau sekitar 46 persen dari rencana yang ditetapkan. Setiap tahun, Pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya menarik minat investor ke daerah ini dengan memberikan sejumlah insentif penanaman modal.
Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang SH
mengatakan, sumbangan terbesar realisasi investasi tahun lalu sebagian besar
didominasi PMDN senilai Rp17,1 triliun ditambah 104,3 juta dollar ASatu sekitar Rp959,6 miliar.
“Investasi PMDN senilai total Rp18 triliun itu
dihasilkan dari 188 perusahaan, dengan persentase 51 persen dari rencana
investasi senilai Rp35 triliun,” papar Teras di hadapan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan bersama jajarannya, ketika mengunjungi Palangka
Raya, akhir pekan kemarin.
Dikatakan, dari 178 perusahaan PMA yang ada di Kalteng,
tercatat menyumbang Rp5,9 triliun ditambah 425,6 juta dollar AS (sekitar Rp3,9
triliun), dengan total Rp9,8 triliun atau 40,1 persen dari rencana investasi
Rp24,6 triliun.
Realisasi investasi yang masuk ke Kalteng itu,
diharapkan terus bertambah secara signifikan dengan dukungan kebijakan dari Pemerintah
Daerah, dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan mewujudkan
kepastian berinvestasi bagi para investor.
“Pemerintah Daerah juga sedang mengupayakan
percepatan memperoleh izin mulai dari izin arahan lokasi, izin lokasi, izin
lahan, izin eksplorasi, izin eksploitasi, izin produksi, hingga izin alat
berat,” katanya.
Teras juga memaparkan bahwa dalam
menindaklanjuti pelayanan terpadu satu pintu, Pemerintah Provinsi Kalteng telah
menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak kemitraan bagi pembaharuan
tata pemerintahan di Indonesia dalam penyusunan rancangan Peraturan Daerah (Perda)
Badan Pelayanan Perizinan Terpadu.
"Pemerintah Provinsi Kalteng merencanakan untuk
melakukan studi komparatif ke daerah lain yang telah berhasil menerapkan
pelayanan perizinan terpadu satu pintu yang difasilitasi kemitraan," ungkap
Teras.