Masukkan Kata Kunci
  Bila Perusahaan Anda Berkeinginan Mengisi Space Iklan Web ATN Center Hub. 021-53121927  
Fokus Aktual
Selasa, 7 September 2010
Izin 23 Perusahaan di Kawasan PLG Akan Dicabut
Selasa, 7 September 2010
Pencaplokan Lahan Diancam Pidana dan Pencabutan Izin
Selasa, 7 September 2010
Kabupaten/Kota se Kalteng Diminta Laporkan Data Pegawai
Jum'at, 3 September 2010
Kucuran Dana Baru 10 Persen, Gubernur Usulkan Inpres Diperpanjang
Selasa, 31 Agustus 2010
Bantuan Keagamaan Siap Dikucurkan
Index Berita

Topik Pilihan
Jum'at, 29 Mei 2009
PROSES FINALISASI RTRWP KALTENG
Jum'at, 29 Mei 2009
Konsultasi Publik Kereta Api
Kamis, 29 Maret 2007
INPRES PLG
Sabtu, 18 November 2006
Pertemuan Indonesian Regional Invesment Forum
Selasa, 5 September 2006
Jangan Menutup-nutupi Kemiskinan
Index Topik Pilihan

Album Foto
Selengkapnya
Kamis, 4 Februari 2010
Pemilu Kada Kalteng
KPU Inventarisir Bilik dan Kotak Suara

ATN-Center - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah menginstruksikan KPU kabupaten/kota se-Kalteng menginventarisir kotak dan bilik suara yang pernah digunakan pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden lalu.

Sekretaris KPU Kalteng Dendul Toepak mengatakan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/2). Upaya menginventarisir dilakukan untuk mengetahui jumlah kotak dan bilik suara yang layak dan tidak layak digunakan kembali pada Pemilu Kada Kalteng.

Dendul memperkirakan, kotak suara yang akan digunakan pada Pemilu Kada Gubernur/Wakil Gubernur Kalteng dan Bupati/Wakil Bupati Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat 5 Juni mendatang mencukupi.

Setiap tempat pemungutan suara (TPS) hanya memerlukan satu kotak suara dan sekitar tiga bilik suara, kecuali untuk Kabupaten Kotim dan Kobar yang memerlukan dua kotak suara setiap TPS karena selain memilih kepala daerah setempat juga memilih gubernur dan wagub.

Ia juga mengatakan, KPU menargetkan distribusi logistik pemilu kada minimal H-10 tiba di ibukota kabupaten dan selanjutnya didistribusi kembali hingga ke desa-desa. “KPU baru mengirim formulir A ke kabupaten/kota se-Kalteng untuk pemutakhiran data pemilih. Formulir lain dan surat suara belum, karena masih menunggu jadwal selanjutnya,” katanya.

Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, KPU mengantisipasi pengiriman logistik dengan memprioritaskan distribusi pada daerah dengan geografi sulit dijangkau transportasi, seperti Kabupaten Murung Raya dan Sukamara. “Pangiriman ke ibukota kabupaten lancar saja, tapi ke daerah perdesaan mengalami kendala,“ katanya.

 

Linmas

Menjelang Pemilu Kada, Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalteng intensifkan pendataan tenaga perlindungan masyarakat (Linmas) di daerah ini.

Kepala Kesbangpolinmas Kalteng Saidina Aliansyah, Rabu (3/2), mengatakan, tengah meningkatkan koordinasi berbagai hal dengan kabupaten/kota terutama berkaitan dengan situasi dan perkembangan politik daerah. Termasuk fungsi Linmas di seluruh Kalteng yang akan ditugaskan kembali mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) guna membantu menciptakan Pemilu Kada yang aman, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Dalam kunjungan ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, beberapa waktu lalu, persiapan di sana cukup bagus meski menghadapi masalah klasik, belum turunnya dana Pemilu Kada,” kata Saidina.  

Ketika ditanya jumlah petugas Linmas yang akan ditugaskan, Saidina menyatakan, kemungkinan akan mengalami sedikit peningkatan. Meski demikian, untuk memastikan kebutuhan di lapangan, pihaknya masih mengikuti perkembangan jumlah TPS Pemilu Kada Kalteng dari KPU setempat.

Mengacu data KPU Kalteng pada Pemilu Legislatif dan Pilpres/Wapres lalu, jumlah TPS di 14 kabupaten/kota mencapai 4999 TPS, jumlah tenaga Linmas yang diterjunkan sekitar 11.000 orang. Mereka mendapat bantuan seragam Linmas lengkap dari Kementrian Dalam Negeri. 

Dalam Pemilu Kada di Kalteng 5 Juni mendatang, untuk memenuhi seragam lengkap para tenaga Linmas, seluruh kabupaten/kota direncanakan mengadakan kebutuhan itu di daerah masing-masing sesuai keperluan. Diharapkan, setiap daerah dapat menggunakan kembali tenaga Linmas pada Pemilu lalu, karena mereka memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengamankan TPS di wilayahnya.

“Kesbangpolinmas Kalteng hanya bersifat koordinatif saja,” kata Saidina Aliansyah.

Ia mengimbau, masyarakat tidak terpancing isu negatif yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan daerah. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan partisipasi dengan menggunakan hak pilihnya dan mendatangi tempat pemungutan suara, 5 Juni 2010.

 

 

 

  (victor)


.