Pemilu Kada Kalteng KPU Inventarisir Bilik dan Kotak Suara
ATN-Center - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah menginstruksikan KPU kabupaten/kota se-Kalteng menginventarisir kotak dan bilik suara yang pernah digunakan pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden lalu.
Sekretaris KPU Kalteng Dendul Toepak mengatakan
hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/2). Upaya menginventarisir
dilakukan untuk mengetahui jumlah kotak dan bilik suara yang layak dan tidak
layak digunakan kembali pada Pemilu Kada Kalteng.
Dendul memperkirakan, kotak suara yang akan
digunakan pada Pemilu Kada Gubernur/Wakil Gubernur Kalteng dan Bupati/Wakil
Bupati Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat 5 Juni mendatang mencukupi.
Setiap tempat pemungutan suara (TPS) hanya
memerlukan satu kotak suara dan sekitar tiga bilik suara, kecuali untuk
Kabupaten Kotim dan Kobar yang memerlukan dua kotak suara setiap TPS karena
selain memilih kepala daerah setempat juga memilih gubernur dan wagub.
Ia juga mengatakan, KPU menargetkan distribusi
logistik pemilu kada minimal H-10 tiba di ibukota kabupaten dan selanjutnya
didistribusi kembali hingga ke desa-desa. “KPU baru mengirim formulir A ke
kabupaten/kota se-Kalteng untuk pemutakhiran data pemilih. Formulir lain dan
surat suara belum, karena masih menunggu jadwal selanjutnya,” katanya.
Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, KPU
mengantisipasi pengiriman logistik dengan memprioritaskan distribusi pada
daerah dengan geografi sulit dijangkau transportasi, seperti Kabupaten Murung
Raya dan Sukamara. “Pangiriman ke ibukota kabupaten lancar saja, tapi ke daerah
perdesaan mengalami kendala,“ katanya.
Linmas
Menjelang Pemilu Kada, Badan Kesatuan Bangsa,
Politik, dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalteng intensifkan pendataan
tenaga perlindungan masyarakat (Linmas) di daerah ini.
Kepala Kesbangpolinmas Kalteng Saidina Aliansyah,
Rabu (3/2), mengatakan, tengah meningkatkan koordinasi berbagai hal dengan
kabupaten/kota terutama berkaitan dengan situasi dan perkembangan politik
daerah. Termasuk fungsi Linmas di seluruh Kalteng yang akan ditugaskan kembali
mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) guna membantu menciptakan Pemilu Kada
yang aman, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
“Dalam kunjungan ke Pangkalan Bun, Kabupaten
Kotawaringin Barat, beberapa waktu lalu, persiapan di sana cukup bagus meski
menghadapi masalah klasik, belum turunnya dana Pemilu Kada,” kata Saidina.
Ketika ditanya jumlah petugas Linmas yang akan
ditugaskan, Saidina menyatakan, kemungkinan akan mengalami sedikit peningkatan.
Meski demikian, untuk memastikan kebutuhan di lapangan, pihaknya masih
mengikuti perkembangan jumlah TPS Pemilu Kada Kalteng dari KPU setempat.
Mengacu data KPU Kalteng pada Pemilu Legislatif
dan Pilpres/Wapres lalu, jumlah TPS di 14 kabupaten/kota mencapai 4999 TPS,
jumlah tenaga Linmas yang diterjunkan sekitar 11.000 orang. Mereka mendapat
bantuan seragam Linmas lengkap dari Kementrian Dalam Negeri.
Dalam Pemilu Kada di Kalteng 5 Juni mendatang,
untuk memenuhi seragam lengkap para tenaga Linmas, seluruh kabupaten/kota
direncanakan mengadakan kebutuhan itu di daerah masing-masing sesuai keperluan.
Diharapkan, setiap daerah dapat menggunakan kembali tenaga Linmas pada Pemilu
lalu, karena mereka memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengamankan TPS di
wilayahnya.
“Kesbangpolinmas Kalteng hanya bersifat
koordinatif saja,” kata Saidina Aliansyah.
Ia mengimbau, masyarakat tidak terpancing isu
negatif yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan daerah. Selain itu,
masyarakat diminta meningkatkan partisipasi dengan menggunakan hak pilihnya dan
mendatangi tempat pemungutan suara, 5 Juni 2010.